Tag Archives: security

Kenali Dulu Dirimu Sendiri – Yeah, We Love Jim Geovedi

Gw ngerasa bersyukur banget, dan gw ga akan henti-hentinya untuk bersyukur, dalam kehidupan gw, gw banyak nemuin begitu banyak orang yang penuh dengan keterbatasan, tapi hal itu engga ngalangin dia buat jadi lebih baik or at least merubah kehidupannnya jadi lebih baik. Kalo kata Ipang sich dalam lirik lagunya “melawan keterbatasan, walau sedikit kemungkinan”. Gw mungkin ga pernah kenal mereka, tapi kehidupan mereka telah memberikan inspirasi tersendiri buat gw.

Orang-orang biasa yang menjadi luar biasa, orang-orang penuh dengan semangat, untuk membuat hidup dan kehidupannya jadi lebih baik,  jadi lebih bermakna. And here it’s, Jim Geovedi, just read it out :-).

———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

Jim Geovedi membuktikan sekolah bukan satu-satunya jalan menuju sukses. Meski tidak pernah menginjak bangku kuliah, pemuda ini bisa mendapat penghasilan puluhan juta rupiah setiap bulannya. Dia kini bekerja sebagai konsultan information security di Bellua Asia Pacific.

Saat menghadapi ujian akhir SMU, orang tua yang selama ini menjadi sandaran hidupnya meninggal dunia. Jim yang diterima di sebuah perguruan tinggi negeri sempat memaksakan diri kuliah, tapi akhirnya putus di tengah jalan. “Meski bisa masuk tanpa jalur tes, tapi setelah dihitung-hitung uang yang tersedia tetap tidak cukup,” ceritanya.

Akhirnya Jim pun hanya nongkrong di rumah sambil menonton saluran MTV. Selama dua hingga tiga bulan dia dihinggapi rasa frustrasi karena tidak tahu harus berbuat apa. Lalu tiba-tiba muncul kesadaran di mana dia harus bisa mengubah diri. Ia merasa tidak boleh terus-menerus berada dalam keadaan yang ‘hilang’.

Jim memulainya dengan berteman, membuat majalah underground dan mengisinya dengan resensi musik dan film. Tapi majalah itu hanya bertahan satu edisi. Setelah itu, dia kembali luntang-lantung. Bahkan sempat tinggal di jalanan.

Sampai pada suatu ketika, Seorang temann nya kemudian menawarkan pekerjaan, membantu mengetik dokumen-dokumen di komputer.

Ternyata tempat Jim bekerja bertetangga dengan kantor konsultan perencana. Kebetulan, kantor itu kekurangan tenaga. Dari situlah Jim mulai mengobrak-abrik komputer dan internet, sampai akhirnya dia menjadi seorang system engineer di sebuah perusahaan asing.

Pada 2001, bersama teman-temannya Jim mendirikan perusahaan konsultan sendiri. Awalnya bergerak di bidang web development, jasa konsultasi informasi teknologi (IT) untuk perusahaan lain, dan akhirnya menjadi konsultasi IT untuk Pemerintah Daerah Jawa Barat.

Di luar cerita sukses yang kini diraih, Jim mengakui beratnya perasaan saat melihat teman-teman sebayanya bisa kuliah. “Tapi akhirnya gue merasa harus ‘membela diri’. Enggak bisa nganggur terus-menerus,” katanya.

Kini setelah sukses tanpa melewati bangku kuliah, masihkah Jim menganggap perguruan tinggi sebagai suatu proses penting? Bagi dia, kuliah atau tidak mempunyai sisi baik dan buruk.

Pengalaman menurut dia tidak bisa membentuk pola pikir menyeluruh dalam menyelesaikan suatu masalah di tempat kerja. Sedangkan bangku kuliah menawarkan hal itu. Tetapi dia tidak setuju jika perguruan tinggi hanya dijadikan tempat mencari ijazah. “Sampai sekarang gue masih pengen kuliah. Tapi enggak mau sembarangan cari perguruan tinggi,” katanya.

Lebih jauh Jim mengungkapkan, jika mempunyai kekuatan finansial, maka sebaiknya seseorang memanfaatkan untuk menimba ilmu di universitas. tapi jika tidak jangan putus asa. “Asal kamu tahu siapa diri kamu dan bagaimana menempatkan diri, serta ke mana akan pergi, kesempatan pasti ada. Sebenarnya inilah inti dari kuliah atau tidak kuliah. Jika tidak bisa menjawab tiga pertanyaan itu, maka sulit meraih kesuksesan,” tandasnya.

DI komunitas dunia nyata, nama Jim Geovedi, 26, jelas tidak sepopuler bintang-bintang AFI ataupun Indonesian Idol. Namun, di komunitas underground — khususnya para hacker, Jim merupakan salah satu bintang muda.

Kemampuannya diakui, dan sekarang bekerja sebagai konsultan sistem keamanan informasi. Dia juga tercatat sebagai pemilik saham dua buah perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi. “Waktu kerja gue cuma dua jam sehari. Nyante banget, tetapi pendapatannya memuaskan. Sisa waktunya gue sebut leisure time. Bebas merdeka. Mau jalan-jalan atau riset terserah gue,” tuturnya.

Lalu, dari mana Jim mendapat kemampuan tersebut? Yang jelas bukan dari bangku kuliah. Jim belajar secara autodidak. “Sebenarnya gue dulu bisa kuliah lewat jalur PMDK. Tetapi, nggak ada biaya. Ya sudah, nggak apa-apa. Tetapi, gue bertekad harus bisa sukses kayak orang kuliahan.”

Untuk mencapai semua itu, Jim merangkak dari bawah. Bahkan, dia mengaku sempat hidup seperti gembel, sebelum akhirnya diterima bekerja di sebuah perusahaan konsultan perencanaan jalan. “Di tempat itu dia menemukan sarana untuk ngoprek lewat komputer. Rasanya seneng banget, karena dari kecil sebenarnya gue suka ngoprek. Sasarannya mainan, dan sesudahnya gak pernah balik seperti semula,” katanya sambil tertawa.

Dari iseng mengotak-atik program, Jim merasa tertantang untuk lebih serius belajar memahami komputer. Dia mengaku mulai mendalami dunia sekuritas informasi sejak 1997. “Kebetulan gue masuk komunitas chatting yang tepat, sehingga bisa seperti sekarang. Tadinya gue kira chatting itu cuma buat cari gebetan. Tetapi, ternyata dari dunia itu gue justru termotivasi mendalami dunia hacking,” ujarnya.

Motivasi itu mendorong Jim melakukan riset sendiri selama dua tahun. Anggapan teman-temannya bahwa dia cuma buang-buang waktu diabaikan. Usaha kerasnya membuahkan hasil. Namanya kian berkibar di komunitas sekuritas underground. Ia kemudian ikut aktif mengembangkan sistem operasi komputer, FreeBSD dan OpenBSD , serta aplikasi yang berkaitan dengan sekuriti lainnya.

Dalam dunia kerja, Jim dikenal sebagai security system engineer Bellua Asia Pasific, sebuah perusahaan konsultan teknologi informasi. Dia juga sibuk memberi seminar di berbagai even teknologi informasi. Tahun ini saja, Jim mengisi 20 even di seluruh Indonesia. Niatnya sederhana, berbagi pengetahuan.

Kehadiran anak-anak muda yang haus teknologi informasi memacu semangatnya. “Sungguh gue merasa terpanggil. Apalagi ngeliat banyak daerah di Indonesia akses penggunaan komputernya masih terbatas dan biayanya mahal. Padahal, saat seminar, dari mata mereka gue tahu mereka punya rasa ingin tahu yang besar. Dan gue sangat menghargai hal itu,” ujarnya.

Anak pertama dari dua bersaudara ini paham betul arti sebuah keterbatasan. Karena itu, ia selalu terbuka untuk berbagi pengetahuan. “Selesai acara, pasti gue kasih email gue, jim@geovedi.com,” papar Jim.

Dan benar saja, ratusan email selalu memenuhi mailbox-nya. Bukan tidak mungkin, kesuksesan Jim — penghasilannya dalam hitungan dolar — telah memacu motivasi dan memberi inspirasi anak-anak muda lain. Jim juga membuktikan, jika digunakan dengan benar, betapa bermanfaatnya ilmu hacking. Sebuah dunia yang menjanjikan.

(Taking From http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005061823274752)

Top Ten Peringkat Sertifikasi Teknologi Informasi & Salary 2009.

Top ten peringkat sertifikasi teknologi informasi & salary 2009 merupakan survey tahunan yang di adakan oleh certification magazine mengenai hubungan sertifikasi teknologi informasi tenaga I.T Profesonal dengan salary yang mereka dapatkan dengan responden + 40.000 tenaga I.T professional dari seluruh negara di dunia di lebih dari 150 negara di dunia.

Dibawah ini merupakan top ten sertifikasi teknologi informasi yang saya rangkum berdasarkan hasil survey certification magazine yang di adakan pada tahun 2009 kemarin. Survey ini merupakan kegiatan survey tahunan yang di adakan certification magazine setiap tahunnya.

  1. Brocade Certified Network Engineer                                                       : 146.000 US$/tahun
  2. Information Systems Security Architecture Professional             : 136.060 US$/tahun
  3. Brocade Certified SAN Manager                                                                : 136.020 US$/tahun
  4. Brocade Certified Fabric Designer                                                            : 135.600 US$/tahun
  5. Information Systems Security management Prof.                             : 134.100 US$/tahun
  6. ISACA Certified in the Governance of Enterprise IT                         : 130.750 US$/tahun
  7. EMC Proven Professional Technology Architect                                : 125.750 US$/tahun
  8. Information Systems Security Engineering Prof.                               : 124.140 US$/tahun
  9. Brocade Certified Fabric Professional                                                     : 122.920 US$/tahun
  10. Certified Secure Software Lifecycle Professional                                : 122.390 US$/tahun

Dari hasil survey yang di adakan oleh certification magazine tersebut, bidang teknologi informasi yang berkaitan erat dengan security computing & networking selalu menempati peringkat 10 besar setiap tahunnya, dan di prediksi akan menjadi bidang teknologi informasi dan sertikasi yang juga akan tetap menjadi top ten peringkat sertifikasi dan salary yang di hasilkannya.

Untuk info selanjutnya bisa melihat situs resminya di http://www.certmag.com/ dan majalah mengenai survey sertifikasi T.I 2009 tersebut bisa di download di sini. Semoga bermanfaat :-).